TUGAS MATA KULIAH
Ekonomi Kependudukan
”Analisis Data Jumlah Kelahiran Menurut Jenis Kelamin
di Kecamatan Bangkalan, Kabupaten Bangkalan
Tahun 2008, 2009, dan 2010 ”
Nama : warizatul nawiyahNIM : 110231100056
Jurusan : Ekonomi Pembangunan
UNIVERSITAS TRUNOJOYO MADURA BANGKALAN
2013
Hasil Analisis Data
Jumlah Kelahiran menurut jenis kelamin
Kec. Bangkalan – Bangkalan Tahun 2008, 2009, dan 2010
Pada
tahun 2008 angka kelahiran di Kec. Bangkalan sebanyak 707 dengan jumlah
presentase bayi yang berjenis kelamin laki – laki 224 dan perempuan
483. Berdasarkan sumber data jumlah kelahiran kecamatan bangkalan Pada
tahun 2008 berjumlah 707. Jumlah tersebut diperoleh dari 13 desa yang
ada dikecamatan bangkalan. Pada tahun 2008 jumlah kelahiran tertinggi
terdapat di desa keraton dengan jumlah kelahiran 75 kelahiran, lalu desa
berikutnya desa pejagan sebanyak 69 kelahiran, desa bancaran sebanyak
68 kelahiran, desa demangan sebanyak 63 kelahiran, sembilangan 53
kelahiran, desa ujung piring dan gebang tingkat kelahirannya sama
sebanyak 51 kelahiran, dan 5 desa lainnya kelahirannya dibawah 50.
Dengan hal tersebut pada tahun 2008 tingkat kelahiran masih sangat
tingggi lagi dan perlu untuk diturunkan pada tahun berikutnya, karena
jika tingkat kelahiran pada tahun ini tidak diturunkan akan menjadi
permasalahan kependudukan di kecamatan bangkalan.
Sedangkan tahun
2009 jumlah presentase kelahiran naik menjadi 666 dengan kelahiran bayi
laki – laki 314 dan bayi perempuan 352. Tingkat kelahiran tertinggi pada
tahun 2009 terdapat di desa pejagan 172, kemayoran 84, kraton 78,
demangan 75, dan pangeranan. Meskipun desa pejagan tetap menjadi desa
dengan tingkat kelahiran tertinggi, tetapi desa tersebut mampu
menurunkan tingkat kelahiran sebanyak 99.
Dan perlu diketahui di
desa pejagan mengalami kenaikan jumlah kelahiran yang awalnya tahun 2008
sebanyak 69 sekarang menjadi 172, kenaikan ini begitu drastis sehingga
dapat mempengaruhi tingkat fertilitas di Kec Bangkalan. Yang perlu
diperhatikan mulai tahun 2008 hingga 2009 presentase jumlah kelahiran
bayi perempuan selalu tinggi, dan ini merupakan permasalahan
kependudukan pada masa mendatang. Karena jika presentase bayi perempuan
terus meningkat, hal ini akan mempengaruhi tingkat fertilitas pada masa
yang akan dating.
Apalagi di desa – desa biasanya melestarikan
budaya menikahkan anaknya ketika masih berusia muda. Padahal perlu
diketahui, hal tersebut dapat meningkatkan tingkat fertilitas, karena
semakin muda seseorang melakukan perkawinan, maka semakin panjang masa
reproduksinya. Jika tidak ada langkah untuk mengurangi jumlah kelahiran
terutama jumlah bayi perempuan, hal tersebut dapat memicu banyaknya
kelahiran atau fertilitas dimasa mendatang. Sehingga hal tersebut dapat
meningkatkan pertumbuhan penduduk yang dapat menyebabkan tingkat
kesejahteraan masyarakat, dan taraf hidup rendah.
Pada tahun 2010
jumlah kelahiran di Kec.Bangkalan mengalami penurunan menjadi 362,
dengan jumlah Presentase jenis kelamin laki – laki 182, dan jenis
kelamin Perempuan 180. Melihat presentase ini, ada penurunan jumlah
kelahiran bayi perempuan, dan tahun 2010 kelahiran bayi laki-laki lebih
banyak dari pada kelahiran bayi perempuan. Hal ini menunjukkan adanya
langkah – langkah untuk mengurangi tingkat fertilitas yang semakin
meningkat setiap tahunnya di Kec. Bangkalan
Dengan adanya
penurunan jumlah fertilitas di Kec. Bangkalan, banyak faktor yang
mempengaruhi tingkat menurunnya fertilitas yaitu tingkat pendapatan,
biaya anak, jam kerja, usia kawin pertama, tingkat pendidikan (SD ke
bawah dan SD ke atas), serta jenis pekerjaan (dalam rumah ataupun luar
rumah). Bisa dilihat keterkaitan antara pendapatan dengan fertilitas
adalah ketika pendapatan seseorang naik akan semakin besar pengaruhnya
terhadap penurunan fertilitas yang terjadi. Karena apabila ada kenaikan
pendapatan, aspirasi orang tua akan berubah.
Orang tua menginginkan anak dengan kualitas yang baik. Ini berarti biaya (cost)
nya naik. Sedangkan kegunaannya turun sebab walaupun anak masih
memberikan kepuasan akan tetapi balas jasa ekonominya turun. Disamping
itu orang tua juga tidak tergantung dari sumbangan anak. Jadi biaya
membesarkan anak lebih besar daripada kegunaannya. Hal ini mengakibatkan
“demand” terhadap anak menurun atau dengan kata lain fertilitas turun.
Sedangkan
kaitannya pendidikan wanita dengan kesuburan adalah semakin tinggi
pendidikan semakin rendah kesuburan begitupun sebaliknya semakin rendah
tingkat pendidikan maka semakin besar pula tingkat kesuburannya. Faktor
lainnya yang dapat mempengaruhi fertilitas adalah jam kerja yang
dihabiskan oleh wanita untuk memenuhi kebutuhan keluarga sehari-harinya.
Semakin banyak waktu yang dikeluarkan untuk bekerja semakin kecil
kemungkinan untuk memperoleh anak
Dan faktor terakhir yang
mempengaruhi fertilitas yaitu jenis pekerjaan yang dilakukan di dalam
rumah atau di luar rumah. Jika pekerjaan dilakukan di dalam rumah maka
akan semakin besar pula peluang untuk dapat memiliki lebih banyak anak.
Sementara jenis pekerjaan yang dilakukan di luar rumah, maka peluang
untuk menambah anak akan semakin kecil dikarenakan intensitas waktu di
rumah akan berkurang.
Dengan melihat data pertumbuhan penduduk
yang ada di Kec. Bangkalan ini, pada tahun 2008, 2009 ke 2010 telah
terjadi penurunan dari data- data tingkat fertilitas, maka dari itu pada
tahun 2010 telah terjadi kesejahteraan, dan taraf hidup baik di kec.
Bangkalan.
Faktanya pada tahun 2008 - 2010 desa Ujung Piring,
Sembilangan, Kramat, Mertajasah, mengalami penurunan jumlah fertilitas
yang sangat drastis . yaitu pada tahun 2008 angka kelahiran di desa
Ujung Piring 51, sembilangan 53, kramat 47,mertajasah 52. Dan pada tahun
2009 angka kelahiran desa Ujung Piring 14, Sembilangan 11, Kramat 38,
dan mertajasah 4. Sedangkan pada tahun 2010 angka kelahiran di empat
desa tersebut tidak ada ( 0 ).
Fertilitas merupakan salah satu penyebab utama terjadinya pertumbuhan penduduk. Fertilitas yang tinggi tidak akan menutup kemungkinan terjadi ledakan penduduk. Besar kecilnya fertilitas pada masyarakat dipengaruhi oleh kondisi sosial budaya masyarakat tersebut melalui variabel antara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat fertilitas pada wanita yang beragama Islam, hubungan usia kawin pertama istri dengan fertilitas, hubungan antara lama pemakaian alat kontrasepsi dengan tingkat fertilitas, hubungan tingkat pendapatan keluarga dengan fertilitas, hubungan tingkat pendidikan dengan fertilitas, hubungan nilai anak dengan tingkat fertilitas, hubungan jumlah anak ideal dengan fertilitas. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey dengan populasi ibu rumah tangga usia produktif (15-49 tahun), kawin, ikut KB/Tidak ikut KB. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan dua cara yaitu wawancara terstruktur dan dokumentasi dengan kuesioner sebagai alat pengumpul data. Teknik analisa data yang digunakan adalah tabulasi tunggal dan tabulasi silang diteruskan dengan analisis korelasi . Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari keenam variabel bebas yang digunakan ada tiga variabel bebas yaitu usia kawin pertama, tingkat pendidikan jumlah anak ideal yang mempunyai hubungan yang positif dengan fertilitas. Tiga variabel yang lain yaitu pemakaian alat kontrasepsi, tingkat pendapatan dan pandangan terhadap nilai anak mempunyai hubungan dengan fertilitas tetapi hubungan yang negatif. Fertilitas penduduk yang beragama Islam tergolong tinggi karena jumlah anak lahir hidup rata-rata di atas tiga jiwa dari seorang ibu. Berdasarkan hasil penelitian pemerintah diharapkan lebih gencar dalam menggalakkan program KB sehingga tingkat fertilitas penduduk Indonesia khususnya Kecamatan Bangkalan bisa berkurang.
TABEL 3.5
Jumlah kelahiran menurut jenis kelamin tahun 2008
Desa/ kelahiran (2008 kelahiran (2009) kelahiran (2010)
| |||||||||||
kode
|
kelurahan
|
L
|
P
|
Jml
|
L
|
P
|
Jml
|
L
|
P
|
Jml
| |
(1)
|
(2)
|
(3)
|
(4)
|
(5)
|
(1)
|
(2)
|
(3)
|
(1)
|
(2)
|
(3)
| |
001
|
Ujung piring
|
18
|
33
|
51
|
6
|
8
|
14
|
-
|
-
|
0
| |
002
|
sambilangan
|
21
|
32
|
53
|
7
|
4
|
11
|
-
|
-
|
0
| |
003
|
kramat
|
14
|
33
|
47
|
15
|
23
|
38
|
-
|
-
|
0
| |
004
|
mertajasah
|
18
|
34
|
52
|
4
|
-
|
4
|
-
|
-
|
0
| |
005
|
mlajah
|
10
|
32
|
42
|
10
|
12
|
22
|
17
|
17
|
34
| |
006
|
kemayoran
|
8
|
34
|
42
|
30
|
54
|
84
|
31
|
30
|
61
| |
007
|
pangeranan
|
10
|
38
|
48
|
38
|
35
|
73
|
21
|
22
|
43
| |
008
|
Demangan
|
22
|
41
|
63
|
39
|
36
|
75
|
27
|
30
|
57
| |
009
|
keraton
|
30
|
45
|
75
|
38
|
40
|
78
|
21
|
17
|
38
| |
010
|
pejagan
|
19
|
50
|
69
|
79
|
93
|
172
|
52
|
47
|
99
| |
011
|
bancaran
|
24
|
44
|
68
|
24
|
18
|
42
|
11
|
14
|
25
| |
012
|
sabiyan
|
15
|
31
|
46
|
21
|
21
|
42
|
1
|
3
|
4
| |
013
|
gebang
|
15
|
36
|
51
|
3
|
8
|
11
|
1
|
-
|
1
| |
jumlah
|
224
|
483
|
707
|
314
|
352
|
666
|
182
|
180
|
362
| ||
No comments:
Post a Comment