Tuesday, 25 June 2013

Ekonomi Kependudukan

     TUGAS MATA KULIAH
Ekonomi Kependudukan
     
 ”Analisis Data Jumlah Kelahiran Menurut Jenis Kelamin
di Kecamatan Bangkalan, Kabupaten Bangkalan
Tahun 2008, 2009, dan 2010 ”
Nama        : warizatul nawiyah
NIM           : 110231100056
Jurusan     : Ekonomi Pembangunan

UNIVERSITAS TRUNOJOYO MADURA  BANGKALAN

2013

Hasil Analisis Data
Jumlah Kelahiran menurut jenis kelamin
Kec. Bangkalan – Bangkalan Tahun 2008, 2009, dan 2010
 Pada tahun 2008 angka kelahiran di Kec. Bangkalan sebanyak 707 dengan jumlah presentase bayi yang berjenis kelamin laki – laki 224 dan perempuan 483. Berdasarkan sumber data jumlah kelahiran kecamatan bangkalan Pada tahun 2008 berjumlah 707. Jumlah tersebut diperoleh dari 13 desa yang ada dikecamatan bangkalan. Pada tahun 2008 jumlah kelahiran tertinggi terdapat di desa keraton dengan jumlah kelahiran 75 kelahiran, lalu desa berikutnya desa pejagan sebanyak 69 kelahiran, desa bancaran sebanyak 68 kelahiran, desa demangan sebanyak 63 kelahiran, sembilangan 53 kelahiran, desa ujung piring dan gebang tingkat kelahirannya sama sebanyak 51 kelahiran, dan 5 desa lainnya kelahirannya dibawah 50. Dengan hal tersebut pada tahun 2008 tingkat kelahiran masih sangat tingggi lagi dan perlu untuk diturunkan pada tahun berikutnya, karena jika tingkat kelahiran pada tahun ini tidak diturunkan akan menjadi permasalahan kependudukan di kecamatan bangkalan.
Sedangkan tahun 2009 jumlah presentase kelahiran naik menjadi 666 dengan kelahiran bayi laki – laki 314 dan bayi perempuan 352. Tingkat kelahiran tertinggi pada tahun 2009 terdapat di desa pejagan 172, kemayoran 84, kraton 78, demangan 75, dan pangeranan. Meskipun desa pejagan tetap menjadi desa dengan tingkat kelahiran tertinggi, tetapi desa tersebut mampu menurunkan tingkat kelahiran sebanyak 99.
Dan perlu diketahui di desa pejagan mengalami kenaikan jumlah kelahiran yang awalnya tahun 2008 sebanyak 69 sekarang menjadi 172, kenaikan ini begitu drastis sehingga dapat mempengaruhi tingkat fertilitas di Kec Bangkalan. Yang perlu diperhatikan mulai tahun 2008 hingga 2009 presentase jumlah kelahiran bayi perempuan selalu tinggi, dan ini merupakan permasalahan kependudukan pada masa mendatang. Karena jika presentase bayi perempuan terus meningkat, hal ini  akan mempengaruhi tingkat fertilitas pada masa yang akan dating.
Apalagi di desa – desa biasanya melestarikan budaya menikahkan anaknya ketika masih berusia muda. Padahal perlu diketahui, hal tersebut dapat meningkatkan tingkat fertilitas, karena semakin muda seseorang melakukan perkawinan, maka semakin panjang masa reproduksinya. Jika tidak ada langkah untuk mengurangi jumlah kelahiran terutama jumlah bayi perempuan, hal tersebut dapat memicu banyaknya kelahiran atau fertilitas dimasa mendatang. Sehingga hal tersebut dapat meningkatkan pertumbuhan penduduk yang dapat menyebabkan tingkat kesejahteraan masyarakat, dan taraf hidup rendah.
Pada tahun 2010 jumlah kelahiran di Kec.Bangkalan mengalami penurunan menjadi 362, dengan jumlah Presentase jenis  kelamin laki – laki 182, dan jenis kelamin Perempuan 180. Melihat presentase ini, ada penurunan jumlah kelahiran bayi perempuan, dan tahun 2010 kelahiran bayi laki-laki lebih banyak dari pada kelahiran bayi perempuan. Hal ini menunjukkan adanya langkah – langkah untuk mengurangi tingkat fertilitas yang semakin meningkat setiap tahunnya di Kec. Bangkalan
Dengan adanya penurunan jumlah fertilitas di Kec. Bangkalan, banyak faktor yang mempengaruhi tingkat menurunnya fertilitas yaitu tingkat pendapatan, biaya anak, jam kerja, usia kawin pertama, tingkat pendidikan (SD ke bawah dan SD ke atas), serta jenis pekerjaan (dalam rumah ataupun luar rumah). Bisa dilihat keterkaitan antara pendapatan dengan fertilitas adalah ketika pendapatan seseorang naik akan semakin besar pengaruhnya terhadap penurunan fertilitas yang terjadi. Karena apabila ada kenaikan pendapatan, aspirasi orang tua akan berubah.
Orang tua menginginkan anak dengan kualitas yang baik. Ini berarti biaya (cost) nya naik. Sedangkan kegunaannya turun sebab walaupun anak masih memberikan kepuasan akan tetapi balas jasa ekonominya turun. Disamping itu orang tua juga tidak tergantung dari sumbangan anak. Jadi biaya membesarkan anak lebih besar daripada kegunaannya. Hal ini mengakibatkan “demand” terhadap anak menurun atau dengan kata lain fertilitas turun.
Sedangkan kaitannya pendidikan wanita dengan kesuburan adalah semakin tinggi pendidikan semakin rendah kesuburan begitupun sebaliknya semakin rendah tingkat pendidikan maka semakin besar pula tingkat kesuburannya. Faktor lainnya yang dapat mempengaruhi fertilitas adalah jam kerja yang dihabiskan oleh wanita untuk memenuhi kebutuhan keluarga sehari-harinya. Semakin banyak waktu yang dikeluarkan untuk bekerja semakin kecil kemungkinan untuk memperoleh anak
Dan faktor terakhir yang mempengaruhi fertilitas yaitu jenis pekerjaan yang dilakukan di dalam rumah atau di luar rumah. Jika pekerjaan dilakukan di dalam rumah maka akan semakin besar pula peluang untuk dapat memiliki lebih banyak anak. Sementara jenis pekerjaan yang dilakukan di luar rumah, maka peluang untuk menambah anak akan semakin kecil dikarenakan intensitas waktu di rumah akan berkurang.
Dengan melihat data pertumbuhan penduduk yang ada di Kec. Bangkalan  ini, pada tahun 2008, 2009 ke 2010 telah terjadi penurunan dari data- data tingkat fertilitas, maka dari itu pada tahun 2010 telah terjadi  kesejahteraan, dan taraf hidup baik di kec. Bangkalan.
Faktanya pada tahun 2008 - 2010 desa Ujung Piring, Sembilangan, Kramat, Mertajasah, mengalami penurunan jumlah fertilitas yang sangat drastis . yaitu pada tahun 2008  angka kelahiran di desa Ujung Piring 51, sembilangan 53, kramat 47,mertajasah 52. Dan pada tahun 2009 angka kelahiran desa Ujung Piring 14, Sembilangan 11, Kramat 38, dan mertajasah 4. Sedangkan pada tahun 2010 angka kelahiran di empat desa tersebut tidak ada ( 0 ).
Fertilitas merupakan salah satu penyebab utama terjadinya pertumbuhan penduduk. Fertilitas yang tinggi tidak akan menutup kemungkinan terjadi ledakan penduduk. Besar kecilnya fertilitas pada masyarakat dipengaruhi oleh kondisi sosial budaya masyarakat tersebut melalui variabel antara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat fertilitas pada wanita yang beragama Islam, hubungan usia kawin pertama istri dengan fertilitas, hubungan antara lama pemakaian alat kontrasepsi dengan tingkat fertilitas, hubungan tingkat pendapatan keluarga dengan fertilitas, hubungan tingkat pendidikan dengan fertilitas, hubungan nilai anak dengan tingkat fertilitas, hubungan jumlah anak ideal dengan fertilitas. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey dengan populasi ibu rumah tangga usia produktif (15-49 tahun), kawin, ikut KB/Tidak ikut KB. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan dua cara yaitu wawancara terstruktur dan dokumentasi dengan kuesioner sebagai alat pengumpul data. Teknik analisa data yang digunakan adalah tabulasi tunggal dan tabulasi silang diteruskan dengan analisis korelasi . Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari keenam variabel bebas yang digunakan ada tiga variabel bebas yaitu usia kawin pertama, tingkat pendidikan jumlah anak ideal yang mempunyai hubungan yang positif dengan fertilitas. Tiga variabel yang lain yaitu pemakaian alat kontrasepsi, tingkat pendapatan dan pandangan terhadap nilai anak mempunyai hubungan dengan fertilitas tetapi hubungan yang negatif. Fertilitas penduduk yang beragama Islam tergolong tinggi karena jumlah anak lahir hidup rata-rata di atas tiga jiwa dari seorang ibu. Berdasarkan hasil penelitian pemerintah diharapkan lebih gencar dalam menggalakkan program KB sehingga tingkat fertilitas penduduk Indonesia khususnya Kecamatan Bangkalan bisa berkurang.
TABEL 3.5
Jumlah kelahiran menurut jenis kelamin tahun 2008
Desa/             kelahiran (2008  kelahiran (2009)   kelahiran (2010)
kode
kelurahan
L
P
Jml
L
P
Jml
L
P
Jml
(1)
(2)
(3)
(4)
(5)
(1)
(2)
(3)
(1)
(2)
(3)
001
Ujung piring
18
33
51
6
8
14
-
-
0
002
sambilangan
21
32
53
7
4
11
-
-
0
003
kramat
14
33
47
15
23
38
-
-
0
004
mertajasah
18
34
52
4
-
4
-
-
0
005
mlajah
10
32
42
10
12
22
17
17
34
006
kemayoran
8
34
42
30
54
84
31
30
61
007
pangeranan
10
38
48
38
35
73
21
22
43
008
Demangan
22
41
63
39
36
75
27
30
57
009
keraton
30
45
75
38
40
78
21
17
38
010
pejagan
19
50
69
79
93
172
52
47
99
011
bancaran
24
44
68
24
18
42
11
14
25
012
sabiyan
15
31
46
21
21
42
1
3
4
013
gebang
15
36
51
3
8
11
1
-
1

jumlah
224
483
707
314
352
666
182
180
362

No comments:

Post a Comment